Kegiatan Jum’at Sehat Sebagai Alternatif Peningkatan Kebugaran Peserta Didik Di Sekolah

    KEGIATAN JUM’AT SEHAT
    SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN KEBUGARAN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH
    Oleh : Paryanto, S.Pd
    Guru PJOK SMP Negeri 1 Poncowarno

    A. PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
    Kebugaran jasmani merupakan hal yang sangat penting bagi setiap orang. Karena dengan kebugaran jasmani seseorang akan dapat tmelakukan kegiatan yang lebih dinamis sehingga akan mendapatkan produktivitas kerja. Manfaat kebugaran jasmani pada saat ini sudah sangat disadari oleh masyarakat, terbukti dengan berkembangnya pusat-pusat kebugaran dan kegiatan olahraga yang marak diselenggarakan yang semua berpangkal pada mencari kebugaran jasmani.
    Kebugaran jasmani sangat dibutuhkan di semua kalangan dan semua umur, termasuk di kalangan para pelajar sebagai peserta didik, hal ini dibutuhkan untuk mendukung proses di dalam belajar baik di sekolah maupun di rumah. Dengan kebugaran yang prima seorang peserta didik akan lebih konsentrasi di dalam belajar, karena tidak cepat mengalami kelelahan yang berarti. Tetapi berbeda apabila seorang pelajar memiliki kebugaran yang buruk, ia akan cepat lelah di dalam belajar, mengantuk, cepat bosan, putus asa dan sebagainya.
    Saat ini kebugaran jasmani peserta didik cenderung menurun, hal ini dikarenakan kurangnya aktivitas seorang peserta didik dalam melakukan kegiatan jasmani, juga akibat dampak semakin majunya teknologi yang cenderung seseorang dimanjakan dengan fasilitas.
    Rendahnya kebugaran peserta didk telah di uji dengan menggunakan tes MSFT ( Multi Stage Fitness Test ) dari 29 peserta didik yang mampu melampai batas rata – rata level 8 sutle 9 untuk putera dan level 6 sutle 7 hanya 3 peserta didik atau 10.3% yang dianggap baik kebugaran jasmaninya.

    2. Identifikasi Masalah
    Rendahnya tingkat kebugaran jasmani bagi peserta didik merupakan tanggung jawab bagi guru sebagai bagian utama yang senantiasa bersentuhan dengan para peserta didik. Dampak dari rendahnya tingkat kebugaran jasmani pada peserta didik diantaranya adalah :
    a. Peserta didik saat menerima pembelajaran tampat kurang bersemangat
    b. Peserta didik saat kegiatan pembelajaran sering menguap dan mengantuk.
    c. Peserta didik di saat mengikuti kegiatan upacara bendera ada yang pingsan dan beberapa peserta didik banyak yang mundur ke belakang.
    d. Saat kegiatan berolahraga di lapangan khususnya peserta didik puteri tidak tahan lama, keinginannya segera istirahat.
    Oleh itu guru sebagai pengelola sekolah membuat satu kegiatan secara rutin di sekolah sebagai upaya alternatif untuk meningkatkan kebugaran jasmani peserta didik. Beberapa kegiatan tersebut adalah :
    – Kegiatan Jum’at sehat dengan cara jalan santai sepanjang dua sampai tiga kilometer dan kegiatan senam.
    – Kegiatan Ekstra kurikuler berbagai skill baik olahraga, seni maupun kepramukaan.
    – Kegiatan out door atau pembelajaran luar sekolah dalam bentuk penjelajahan

    3. Pembatasan Masalah
    Dari berbagai kegiatan sebagai alternatif yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani peserta didik, penulis membatasi hanya dengan satu bentuk kegiatan Jum’at sehat secara rutin dengan jalan santai maupun senam.

    4. Perumusan Masalah
    Dari permasalahan yang terjadi di sekolah tentang rendahnya tingkat kebugaran jasmani peserta didik, maka : “ Apakah kegiatan Jum’at sehat yang diagendakan oleh sekolah bisa memberikan alternatif untuk meningkatkan kebugaran jasmani peserta didik ?”

    5. Tujuan
    1. Setelah tinjauan ilmiah dengan pembuatan makalah ini, diharapkan bisa menemukan kegiatan yang bisa meningkatkan kebugaran jasmani.
    2. Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas kegiatan jum’at sehat bisa memberikan dampak meningkatnya kebugaran jasmani peserta didik.

    B. KAJIAN PUSTAKA
    Menurut Subroto ( 1979 : 56 ) kebugaran jasmani adalah kemampuan berbuat sebaik-baiknya baik fisik, mental dan spiritual,untuk melaksanakan tugas kewajiban pribadinya terhadap kesejahteraan keluarga, masyarakat, negara dan bangsanya. Kebugaran jasmani menurut Anna Abdoelah dan Agus Manadji (1994 : 146) kemampuan untuk melaksanakan tugas sehari-hari dengan semangat, tanpa rasa lelah yang berlebihan dan dengan penuh energi melakukan dan menikmati kegiatan pada waktu luang dan dapat menghadapi keadaan darurat bila datang.
    Secara umum pengertian kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk menjalankan pekerjaan sehari – hari dengan ringan dan mudah tanpa merasakan kelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan yang lain.
    Manfaat kebugaran jasmani bagi tubuh antara lain dapat mencegah berbagai penyakit seperti jantung, pembuluh darah, dan paru – paru sehingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan jasmani yang bugar, hidup menjadi semangat dan menyenangkan. Kebugaran jasmani tidak hanya menggambarkan kesehatan, tetapi lebih merupakan cara mengukur individu melakukan kegiatannya sehari – hari.
    Ada 3 hal penting dalam kebugaran jasmani, yaitu :
    1. Fisik, berkenaan dengan otot, tulang, dan bagian lemak.
    2. Fungsi Organ, berkenaan dengan efisiensi sistem jantung, pembuluh darah, dan pernapasan (paru – paru).
    3. Respon Otot, berkenaan dengan kelenturan, kekuatan, kecepatan, dan kelemahan.
    Oleh itu kebugaran jasmani merupakan hal yang sangat penting bagi setiap orang. Karena dengan kebugaran jasmani seseorang akan dapat melakukan kegiatan yang lebih dinamis sehingga akan mendapatkan produktivitas kerja. Manfaat kebugaran jasmani pada saat ini sudah sangat disadari oleh masyarakat, terbukti dengan berkembangnya pusat-pusat kebugaran dan kegiatan olahraga yang marak diselenggarakan yang semua berpangkal pada mencari kebugaran jasmani.
    Dan kebugaran jasmani yang tinggi juga sangat dibutuhkan bagi para peserta didik. Karena dengan kebugaran jasmani yang tinggi, peserta didik akan dapat melakukan aktivitas sehari-hari dalam waktu lebih lama daripada peserta didik yang memiliki kebugaran jasmani rendah. Beberapa penelitian menyebutkan kebugaran jasmani mempunyai korelasi positif dengan prestasi akademik.
    Dengan kebugaran jasmani yang tinggi peserta didik dapat meningkatkan prestasi akademik adalah dengan meningkatnya motivasi dalam belajar dan berkurangnya rasa bosan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan rentang perhatian dan konsentrasi (Coe, et al, 2006).
    Akan tetapi pada kenyataannya berdasarkan penelitian oleh para ahli bahwa saat ini kebugaran para peserta didik masih sangat rendah ( Muthohir: 29 }. Hal ini dikarenakan kurangnya aktivitas peserta didik dalam melakukan kegiatan jasmani, juga akibat dampak semakin majunya teknologi yang cenderung seseorang dimanjakan dengan fasilitas.
    Untuk mendapatkan kebugaran yang memadai diperlukan perencanaan sistematik melalui pemahaman pola hidup sehat bagi setiap lapisan masyarakat, meliputi 3 upaya bugar yaitu makanan ,istirahat dan olahraga.
    Salah satu usaha untuk meningkatkan kebugaran adalah dengan berolahraga. Karena berolahraga adalah salah satu alternative paling efektif dan aman untuk memperoleh kebugaran sebab berolahraga mempunyai multi manfaat antara lain masalah fisik ( meningkatkan komponen kebugaran ), manfaat psikis ( lebih tahan terhadap stress,lebih mampu berkonsentrasi ), dan manfaat sosial ( menambah percaya diri dan sarana berinteraksi ).
    Manfaat berolahraga sebenarnya sudah semakin disadari oleh sebagian masyarakat. Hal tersebut terbukti dengan semakin banyaknya masyarakat yang melakukan kegiatan olahraga sendiri-sendiri maupun kelompok, baik di tempat terbuka ( jalan, stadion, kawasan hutan ) maupun di ruang tertutup seperti di perkumpulan-perkumpulan olahraga, fitness centre, maupun di sanggar senam.
    Salah satu jenis olahraga yang paling murah, mudah dan aman utnuk meningkatkan kebugaran adalah dengan jalan kaki. Agar jalan kaki terasa lebih menyenangkan, kita bisa mengajak serta keluarga atau mungkin teman. Selain menyenangkan, jalan kaki juga baik dan banyak manfaatnya untuk kesehatan tubuh. (http://kabarimbo.com )

    C. PEMBAHASAN
    Dengan seiring makin majunya teknologi, banyak fasilitas yang menawarkan kepada seseorang untuk tidak banyak beraktivitas fisik, sehingga menyebabkan semakin rendahnya tingkat kebugaran jasmani seseorang.
    Oleh itu sekolah membuat jadwal kegiatan di hari Jum’at pagi, sebelum pembelajaran selama 40 menit digunakan untuk mengikuti jalan sehat secara massal dari guru, karyawan dan seluruh siswa.
    Dari tinjauan berbagai pustaka ternyata jalan sehat bukan hanya untuk meningkatkan kebugaran jasmani tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan yang lain.
    Beberapa manfaat yang di peroleh apabila melakukan aktivitas jalan sehat secara rutin, diantaranya adalah :
    1. Menurunkan berat badan
    Jalan kaki merupakan cara paling efektif untuk menurunkan berat badan. Hanya dengan membutuhkan sepasang sepatu untuk melakukannya, atau kalau mau tidak menggunakan alas kaki juga lebih menyehatkan. Berjalan akan membakar kalori dan semua otot pada tubuh ikut bekerja.
    2. Mencegah serangan jantung
    Otot jantung membutuhkan aliran darah yang deras ke jantung untuk membuat jantung berfungsi normal memompa darah ke seluruh tubuh. Berjalan kaki dapat mengencangkan aliran darah yang masuk ke dalam jantung.
    3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
    Berjalan kaki dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga tidak mudah terserang penyakit. Karena kekebalan tubuh akan terjaga dengan baik.
    4. Mengurangi risiko terkena kanker payudara dan kolon
    Wanita yang berjalan secara rutin 65 menit hingga 135 menit per minggu bisa mengurangi risiko terkena kanker payudara dan kolon hingga 18 persen dibandingkan wanita yang tidak aktif.
    5. Meningkatkan kebugaran tubuh
    Jalan kaki 1 kali per minggu selama 30 menit dapat meningkatkan kebugaran dan sistem pernapasan secara signifikan.
    6. Membantu mengurangi stres
    Selama berjalan, rasa kekhawatiran tentang kehidupan sehari-hari akan berkurang, karena otak melepaskan endorfin. Selain itu berjalan juga membuat tenang dan melepaskan ketegangan pikiran. Berjalanlah di pagi hari sambil menghirup udara segar agar pikiran kembali jernih.
    7. Sangat baik untuk perkembangan otak
    Dalam studi tentang jalan kaki ditemukan bahwa wanita yang berjalan selama 1,5 jam per minggu memiliki fungsi kerja organ kepala yang lebih baik daripada mereka yang hanya berjalan 40 menit per minggu. ( http://www.alodokter.com )
    Dari beberapa uraian tentang manfaat jalan kaki maka ternyata kegiatan jalan sehat secara rutin akan mampu menaikkan tingkat kebugaran seseorang. Jika hal ini dilakukan di sekolah yang melibatkan sebagian besar peserta didik, maka akan berkorelasi terhadap kegiatan pembelajaran.
    Beberapa data empiris dilapangan membuktikan bahwa setelah kegiatan jum’at sehat berjalan beberapa tahun ini
    1. Kecenderungan peserta didik lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.
    2. Penggunaan ruang UKS oleh peserta didik yang sakit saat pembelajaran berkurang jumlahnya.
    3. Saat kegiatan upacara bendera prosentase peserta didik yang mundur ke belakang dikarenakan pusing berkurang.
    Hal ini merupakan dampak positif yang cukup baik dengan kegiatan jum’at sehat secara rutin setiap minggu sekali.

    D. KESIMPULAN
    Berdasarkan kajian diatas bahwa kegiatan jum’at sehat dengan melakukan jalan sehat denga durasi waktu 30 menit setiap satu minggun sekali memberikan dampak yang positif untuk peningkatan kebugaran jasmani peserta didik. Sehingga dengan kebugaran yang baik peserta didik akan mampu mengikuti pembelajaran dengan semangat, yang tentunya berkorelasi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.
    Oleh itu kepada seluruh peserta didik senantiasa di himbau bisa mengikuti kegiatan jum’at sehat dengan baik.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    Arma Abdoellah dan Agus Manadji, (1994). Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani.
    Jakarta : Depdikbud Dirjen Pendidikan Tinggi.
    Depdikbud, (1994). Petunjuk Pelaksanaan Pola Umum Pembinaan dan Pengembangan Kesegaran Jasmani. Jakarta : Depdikbud.
    http://kabarimbo.com/delapan-manfaat-sehat-jalan-kaki-untuk-tubuh
    http://www.alodokter.com/jangan-takut-lelah-ada-banyak-manfaat-jalan-kaki
    Subroto, (1979). Asas-asas Pengetahuan Umum Olahraga. Jakarta : Depdikbud

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.