Program Penumbuhan Budi Pekerti

    Sebagai wujud penerapan Permendikbud Nomor 23 tahun 2015 tetang Penumbuhan Budi Pekerti (PBP), SMP Negeri 1 Poncowarno mengadakan program yang bertujuan menumbuhkan budi pekerti peserta didiknya. Sebelum terbitnya Permendikbud tentang PBP, Sekolah ini sudah melaksanakan program pembiasaan Imtaq, dan program tersebut sudah berjalan selama 12 tahun.

    Adapun program PBP yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Poncowarno antara lain:

    1. Peserta didik menyayikan lagu wajib “Indonesia Raya” sebelum mulai kegiatan belajar.
    2. Peserta didik melaksanakan gerakan LITERASI
    • Peserta didik setiap hari membawa satu buah buku non-pelajaran.
    • Peserta didik melakukan pembiasaan membaca buku non-pelajaran selama 15 menit setelah jam ke 3 (15 menit di awal jam istirahat).
    • Peserta didik diberi waktu 2 minggu untuk menyelesaikan membaca 1 buah buku. Selanjutnya bertukar buku dengan teman sekelas. Target dalam 1 tahun telah membaca minimal 20 buku.
    • Peserta didik membuat ANOTASI BIBLIOGRAFI BUKU setiap selesai membaca satu buah buku.
    1. Peserta didik menyayikan lagu-lagu daerah Jawa Tengah setelah selesai kegiatan belajar.

    Daftar Lagu Daerah Jawa Tengah dan waktu menyanyikannya:

    NOHARILAGU
    1SeninSuwe ora jamu
    2SelasaGundul-gundul pacul
    3RabuGambang suling
    4KamisPadang bulan
    5Jum’atLir-Ilir
    6SabtuPrau layar

    Adapun tata cara penulisan Anotasi Bibliografi adalah sbb:

    TATA CARA PENULISAN ANOTASI BIBLIOGRAFI

    img_20160914_112419

     

    Lie, Anita (2007). Cooperative Learning, Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas  Jakarta : Grasindo (96 Halaman)

     

     

    Catatan:

    Sajian isi buku ini dikemas kedalam 8 bab, bab 1  berisi tentang perubahan paradigma lama pendidikan ke metode pembelajaran gotong royong, bab 2 berisi tentang kajian transformasi pendidikan dan globalisasi dari transformasi sosial, ekonomi dan demografis, bab 3  nilai-nilai gotong royong dalam budaya Indonesia yang sangat memungkinkan untuk digunakan dalam pembelajaran cooperative learning, bab 4 tentang model-model pembelajaran cooperative learning, bab 5 lima unsur model pembelajaran  cooperative learning, bab 6,7 dan 8 berisi tentang pengelolaan kelas , teknik pembelajaran dan model evaluasi pembelajaran cooperative learning serta aplikasinya oleh guru  di dalam kelas. Pada akhir penutup buku ini penulis merekomendasikan agar metode cooperative learning bisa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencintai pelajaran dan sekolah/guru serta siswa merasa lebih terdorong untuk belajar dan berpikir.

     

     

     

     

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.