100 Tenaga Pendidik Di Jateng Ikuti Pelatihan Tanggap Bencana

    100 Tenaga Pendidik Di Jateng Ikuti Pelatihan Tanggap Bencana

    100 Tenaga Pendidik Di Jateng Ikuti Pelatihan Tanggap Bencana

    Sebanyak 120 tenaga pendidik yang berasal dari guru SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA yang berasal dari 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah mengikuti  Pelatihan Tanggap Bencana  selama tiga hari ( 11-13 Agustus ) 2015 di Wisma Remaja Salib Putih Salatiga. Secara geografis, para guru yang mengikuti kegiatan tersebut mayoritas berasal dari  daerah rawan bencana di Jawa Tengah. Dengan pelatihan tanggap bencana tersbeut diharapkan di peserta sudah terlatih dalam bidang teknis komando saat terjadi darurat bencana, mempunyai keterampilan dan kompetensi dasar dalam penanggulangan bencana, disamping terlatihnya para peserta dalam penanganan bencana dengan metode healing.
    Itu sebabnya, para peserta pelatihan, disamping mendapatkan materi teori juga mendapatkan materi praktek lapangan dalam bentuk penanganan korban dalam air, manajemen komando, Teknis Airway Breath Circulation  ( pernafasan ), metode trauma healing, teknik penanganan luka, majajemen logistic, teknik pendirian tenda dan simulasi penanganan bencana.
    Demikian dilaporkan  Kasubbag Program Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sungkana,S.Pd,M.Si saat pembukaan kegiatan di Aula Salib Putih Salatiga.
    Pahami Karakteristik Bencana
    Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Drs. Kartono,M.Pd. dalam sambutannya berharap agar peserta memahami karakteristik bencana di wilayahnya masing-masing. Sebab, di setiap wilayah rawan bencana mempunyai karakter yang berbeda-beda dan perlu penanganan yang berbeda pula.
    Kartono mengingatkan agar setiap terjadi bencana jangan lupa yang pertama kali diselamatkan adalah diri sendiri, baru menolong orang lain.  Sebab,kalau diri sendiri terancam keselamatannya, maka mana mungkin bisa membantu menyelamatkan orang lain.
    “Selamatkan diri sendiri dulu baru menolong orang lain, jangan terbalik, menolong orang lain dulu tetapi diri sendiri terancan keselamatannya”, ungkapnya dihadapan 120 peserta pelatihan tanggap bencana.
    Disamping keselamatan diri sendiri, Kartono juga mengingatkan agar setiap pelaku atau orang yang akan menolong harus mempunyai langkah-langkah pertama yang harus dilakukan dalam penanganan bencana. Jangan sampai terburu-buru melakukan pertolongan sebelum mempunyai strategi yang tepat,sesuai dengan karakteristik bencana yang ada.

    sumber: pdkjateng

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.